Introduksi: 02.

pena

segan aku kepada kerabatku yang satu ini. sudah lama aku tak pepatkan waktu secara intensif bersama pena, terlebih setelah tangan yang biasa kugunakan untuk menulis mengalami pergeseran tulang, mengikuti tangan selainnya yang terlebih dahulu mengalaminya. semakin lengkap dengan segala tuntutan yang menyertaiku untuk memusatkan jeriji pada huruf dan angka dan simbol pada tuts yang terpusat unit dan terpecah fraksi. kau tahu? aku merindu, seperti masakan ibu yang tak pernah dikunyah seisi penghuni rumah. seperti pagi yang rasanya sama saja layaknya malam tadi. buta, tak terkendali.

aku membutuhkanmu, untuk mencatatkan beberapa laku seusai temu. anjing kecil yang membuntutiku selepas aku melewati pagar besi berwarna hitam, atau dua orang tetangga berparas tua yang masing-masingnya berubah raut saat bertatap rupa tak seperti seharusnya. sesempat waktu, kuajak lagi kau menuju petang yang kita suka, bersama buku catatan yang menghantarkan kita pada perasaan melupa dan melangut sesukanya.


dengannya, kubagikan suara berjudul Buka milik para tetua yang diambil dari album Elora.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s