Introduksi: 01.

serebrum

biar kuperkenalkan kepadamu. Serebrum, kerabatku. ia ditemukan pada jalur yang rutin dilewati oleh sebarisan anak kecil berseragam putih-merah, merokok, menikmati pagi sambil berjalan menghadap guru yang ia benci. dalam lajur beraspal hitam, jejak kaki menghentak menunjukkan kehadiran seorang yang ramah, dan tak malu untuk ditertawakan. masih kuat dalam ingatan, sebuah pertemuan di kedai kecil dengannya, diselingi obrolan singkat membahas apa saja yang tengah ia rencanakan dalam menempuh dunia yang selalu penuh dengan persaingan. begini, begitu, lalu ini, dan itu. ia berkawan dengan sesiapa saja yang mampu mengaras terminasi.

hari ini, entah berapa tahun setelah serdadu lata menambus batang rokoknya, ia tak menunjukkan gelagat macam-macam, seakan tak memiliki hasrat, memilih diam. apa yang tengah ia rencanakan? mungkinkah ia tengah merencana dengan tak mempersilakan sesiapa mengetahui urutan langkahnya? sefasis itukah inti memengaruhi selira? ia tak ubahnya sebuah benda mati yang kaku dan tenggelam bilamana ditaruh di atas permukaan air tenang.


dengannya, kubagikan suara berjudul Rauta milik sekelompok pemuda dari Swedia.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s