Jalan, Semarang.

img_6579

tertidur. kuatur hidup sedemikian rupa hingga melantur. satu terlepas, tiga mematut paras. aku ingin pergi menuju ladang luas penuh ilalang gatal yang menyerangku selepas fajar tanpa terlebih dahulu mengenaliku. benalu, menjadi siang dan buku, menakar nalar dan laku. menghampiri setiap nama baru yang wangi menyaru. setiap musik yang kudengar di sela waktu, setiap isu yang hangat dan tak tentu.

aku adalah sebentuk kesedihan yang sesekali menggerutu. aku adalah sebentuk kesedihan yang tak pernah sudi dikasihani. aku adalah sebentuk kesedihan yang mencoba melepaskan, dan kembali menyiarkan keyakinan, untuk meyakinkan diri bahwa akan ada keadilan bagi mereka yang meyakini.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s