Kediaman Paman: 02.

IMG_4942

awan kelabu tengah menghampiri kami di depan sana. bergerak cepat, seakan tak sisakan waktu untuk sekadar meminta pada-Nya agar hujan urung hadir sore ini. paman masih saja tenang. simpulan senyumnya menyiratkan bahwa ia siap dibasahinya. mungkin ia pasrah akan cuaca tak menentu belakangan ini, hingga ia rela mengganti pakaiannya dua kali dalam satu hari. dua menit berlalu, awan kelabu telah sepenuhnya berada di atas kami, tinggal menunggu waktu saja rasanya tetes demi tetes menghujam ujung kepala. aku tak kuasa menahan tanya padanya, “paman, kenapa kita tak segera menuju sebelah sana. bukankah bulan lalu paman membuat tempat itu untuk berteduh?”. “sebentar, kita masih punya waktu untuk menikmati gelapnya,” jawabnya, tanpa hiraukan gelisahku.

“mari,” singkatnya, sembari berjalan meninggalkan tempat yang sedari tadi kami tinggali. betul saja, tak lama kemudian hujan turun deras. beruntung stok tembakau masih aman untuk mengusir dingin. “kau tahu, semalam ada yang berkunjung kemari. ia dingin, kaku, tak berkepala,” kisahnya. aku terkelu, bisa-bisanya ia berlaku seperti itu di tengah kondisi saat ini. kubakar sebatang tembakau terburu, berharap semua berlalu dengan asapnya. seharusnya aku tak terkejut, toh, letak rumahnya saja seperti ini. kegemaran mereka yang tak terasa ada. “kau punya lagu apa di pemutarmu itu?” usahanya memecah ketegangan. tanpa kujawab, langsung kuputar Nasadira – Selamat Tinggal. ya, sebuah musikalisasi puisi karya Chairil Anwar. suara yang mampu membuat tubuhku terhempas tanpa sandaran. paman tersenyum kecil lagi. mungkin ia mengenali setiap baitnya, pernah ia temukan dalam kertas usang di lemari buku miliknya.

bagiku, paman layaknya seorang sahabat. aku bisa kapan saja menemuinya tanpa memikirkan kesibukan yang tengah ia kerjakan. paman pernah berkata, kenapa tak habiskan waktuku dengan kedua anaknya saja. aku yakin, ia mengetahui alasannya, hanya ingin memastikan dan mencoba mengubah keadaan melalui perbincangan hangat khasnya.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s