Am.

IMG_9164 (2)

bagaikan deretan minimarket yang mampu menyita waktumu untuk sekadar membeli butiran permen manis penghilang rasa gundah yang selalu menemani sepertiga hari dalam kurang lebih rasio dua berbanding tujuh. aku berburu kejanggalan untuk digunjingkan. keberpihakan muda dalam bestari. menyuguhkan musik dengan tarian mistis penenang liarnya anatomi. kasarnya, tak terasa aku dihempaskan wahana tornado meluncur mendekap tanya. lalu kaku, tak tersentuh mereka yang dengan pasti mengaku mengenalimu. aku memandang awan, layaknya kaum intelek mencoba meramu rasa menjadi potongan lirik yang kamu anggap itulah satu yang bukan manusia yang mengerti hati hari ini. dengan pakaianku yang sedikitnya perlu mendapat perhatian, yang telah terbebani jutaan rintangan dalam perjalanan menuju langit lepas. penuh peluh, berpikir penuh. siapa tahu pasti bahwa penikmat hening tak mempekerjakan otak sendiri? hening perlu, untuk meniadakan riak yang tak perlu.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s