Suffering.

tas

wajahku berantakan. sore itu seketika berubah menjadi sebuah ujian dari kawan. “ah, lagi-lagi,” pikirku. padahal aku tahu, tanyanya itu-itu saja, berbentuk esai. namun bagaimana pun jawabanku, alasannya tetap salah. sial. setidaknya untuk saat ini. “tak apa, apa yang kau tunjukkan tak masuk hitungan nilai,” kata kawan, sambil diam-diam merekam. aku adalah murid tolol yang bahkan teman sebangkuku saja tega menipu. ingin sekali aku bereaksi, tapi aku berpura mati. atau mungkin aku perlu mencoret dinding, untuk menunjukkan rasa kesal yang selama ini tinggal.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s