Hujan (I-III), (IV).

photo(1)

malam hari, di sudut ruang yang temaram, membayangkan sebuah pertemuan yang berlangsung pada suatu petang di hutan kota. tentang seorang yang nampak tenang, namun dipenuhi pikiran yang entah pada siapa ia yakin mengutarakan. ya, petang itu hujan datang perlahan. salah satu yang dianggapnya teman. pemantik untuk menyegerakan tenang.

adalah representasi dari simpulan dialog dengan Ryani Puspa Kirana. banyak hal yang membuat bebunyian ini tak terasa biasa, antara lain beberapa apresiasi dari mereka yang tak kuketahui. secara signifikan, keempat bait hujan ini mengubah sudut pandang.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s