Karena Bebas, Biarlah Lupa.

IMG_2050

mengitari senjang di antara gerak dan diam-mati. senyuman berserakan, harapan. munculnya mengikutinya. dia yang ditopang sesama yang beda, pemenang rangkulan sesiapa. secercah harapan, sekelebat silau yang menina-bobokan. yang hampir saja dilupakan rasa. empati melesat tak terkira, tak sejari pula apatis bersuaka. untuk kota, meninggalkan gelap yang kemarin ada.

adanya munculkan bebas. menghirup udara dalam kubangan, adalah kita setiap harinya. sekotak permen fasih dibagikan pion. agar suar terpancar. media bersahutan, bersorak bahas gaduh performa. simfoni. simposium dirakit. kebebasan di tangan kita. lalu segera kilatan yang biasa terduga. aturan, aturan, tertata. dua wajah masih ada rias. oleh karena bernama pemerintah.

afiliasi sana-sini. membentuk kekuatan. semangat marhaenisme yang bisa saja lepas dari awas. citra, citra, ramah-tamah. rasanya takkan lama, rasa melupa. setelah zona kembali biasa. biru, abu, merah, jingga, biru biasa.

kebebasan yang menjadi bukan ada. perundangan bisa samar, karena burung bebas mengangkasa. dia muram, mengingatkan apa-apa. siapa yang menyilakan gelas untuk dituang suka? kapan pula melihat titik didih selain pada puncaknya. dingin hilang, menawarkan panas melewati hangat. inikah tawar? dalam buku yang dihias pena. dalam udara, angin utara.

massa gemar bicara. dia tertawa, lalu siapkan batas dan sergap. kita bebas dalam sangkar yang tak nampak sejangkauan mata.

Bandung, 22 Juli 2015.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s