Content.

y

seketika pikiranku meracau menuju sebuah titik yang tabu. anak-anakku kelak. menyapaku dari balik jendela, mengajakku dengan sedikit paksaan untuk sekadar bercerita tentang masa lalu di halaman belakang rumah. deretan kaset pita dan beberapa majalah tua berisikan pemikiran orang-orang secara pribadi. tumpahan pembangkangan. dan ia pun ingin menjadi. menggantikanku yang kini serapuh kayu.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s