Kearifan Lokal: Biru.

21

namun seseorang tentu akan membantu menutup keran air yang telah memenuhi seluruh ruang bak mandi. dan sesegera mungkin siap mengatasi gerahmu yang nyaman mengerubungi. terima kasih untuk hidup yang indah ini, dengan segala rasa empati.

dan semua memang terlihat sepi, bagiku, baginya pula. bagi kita semua seharusnya. namun adakah waktu sejenak untuk merasa sendiri, hingga mampu merefleksikan rasa terhadap sesama. aku dan waktu yang tidak seberapa ini punya banyak mimpi, namun tentu tak semua harus dipenuhi. garis-garis realistis yang mesti kakiku menapakinya. semua hanya tentang melihat dirimu sendiri, melihatmu mendaki gunung itu hingga mencapai kawah panas. dan begitu seterusnya, sampai bak kembali terisi. dan terpenuhi. dan hilang lagi.

aku pun masih melihat diriku, dari tulisan-tulisanku yang membuat sekelilingku menilaiku gila. menilaiku di luar mereka. aku adalah teman terdekatku. maka sesiapa tentu tak pernah sendiri. di keramaiannya, di kesunyiannya, semua orang bersama dirinya sendiri.

Pangalengan, 27 Januari 2014.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s