Kearifan Lokal: Hijau.

2

pencuri waktu di antara sekelebat padat yang mengganggu. namun selalu menyenangkan berlari dari hari. melihat yang tak terlihat. mengingat yang tak sempat kita ingat, tapi ada.

malam kemarin kami bergegas menuju kota sebelah sana. dengan sesuatu yang aku suka, ketidakpastian. dan selalu begitu, mendapati hal yang membuatmu melihat dan mengingat. manusia-manusia yang terlelap tenang, sunyi dengan satu-dua mesin mobil melintas terdengar. sesuatu yang tak pernah aku temui di sini, di tempatku menulis ini.

hamparan kebun teh, malam itu mencekam seperti sedang menghadapi jurit malam Sekolah Menengah Atas. namun tidak pagi hari. matahari muncul dengan memaksa sunggingan bibirku. mengusap keringat setelah lelah memetik pucuk daun teh. kendaraan besar menjemput hasil petikan dan tenanglah beliau karena anaknya bisa tetap bersekolah di atas lahan milik Perhutani. yang selalu ingin aku lakukan setelah mendapatkan amplop gajiku dari hasil peran menjadi pengadil kecil. bersyukur. dan sesederhana itu, aku menuliskan cerita kecil di luasnya lahan perkebunan.

Pangalengan, 26 Januari 2014.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s